Kala itu
Raut tampan yg tak bisa disembunyikan
tidakpun oleh kumis tipis
diatas sunggingan manis sebuah senyum
disandangnya gagah arjuna
pujaan kaum hawa
Badan tegap dan otot kokoh
meluruhkan daya empunya mata2 lentik
sampai seluruh penghujung kota
tutur kata lembut
dengan totok aksen jawa
meresap hingga ke pilar jiwa
Buah pikirnya cerdas,
selegam dan setebal rambut
dengan kulit selangsat penghuni keraton
melengkapi tatap misterius
untuk membuai sang bunga
Kala itu
diukir belai manis madu
pada perkamen kertas
tertanda, untuk: Sang Bunga
Jari-jarinya bergerak lincah
membuncah perasaan bergelora
"Bunga, tiada yg menandingi indahnya,
tak pula senja"
Secarik kenangan sekitar 26 thn lalu, this poem is dedicated 2 my beloved mom & dad.
Banda Aceh, 22 November 2009.
Selasa, 09 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar