Mata kecil yg berbinar dalam hampa waktu
Tangan mungil genggam jemari dalam aura perak
Sorot penuh tanya
Akan dibawa kemana aku di dunia?
Imagi yang kering
Tandus dalam peti penuh misteri
Sejak kapan ada?
Gumam menyentakkan alam bawah sadar
Lirihnya memanggil laiknya tiupan seruling
Di hampar padang pasir
Bagai oase pengobat dahaga...atau hanya fatamorgana?
Ocehnya menyeret ke dunia nyata
Apa yg kulakukan?
Kegetiran menyelubung tetes air yg terasa asin
Aku yg akan menuntunnya
Membuka mata melihat dunia
Kukenalkan pada cinta
Pada ombak-riak air di bawah jembatan
Dengan pendar keemasan cerminan lampion-lampion emas yang bertengger di atasnya
Pada ombak-riak air yang berlomba
Pada biru laut dengan sayup camar-desir angin-belaian pasir
Ia tak salah-tak pernah salah
Dunia tak bersalah-tak juga padanya
Senyum kulumnya menyilau mata
Pecahkan kesunyian
Dimana diriku-kesendirian yg menusuk
Silau cahaya mentari yang menerobos pepohonan
Lewat celah-celah ranting dedaunan
Dan kuntum menggantung lemah di tengah dahan
Seolah dunia setengah hilang-setengah berpaling
Dibalik kulit putih-halus dan ringkih
Cermin tiap diri-kehilafan yang terpatri
Kaulah hembusan angin hujan,
Membawa kembali jalan meniti surga
Aku yg akan menuntunnya
Membuka mata melihat dunia
Kukenalkan pada cinta
(inspired from a dream in one silent night)
Saturday, November 7, 2009

Tidak ada komentar:
Posting Komentar