Selasa, 09 Maret 2010

Rest In Peace

Biarkanlah potongan kenangan itu lenyap
seiring tiupan deras angin di bawah tadahan hujan
dan petir yang menjilat-jilat
Tenang dengan ketiadaannya
Mengheningkan cipta dengan kepergiannya
Terlupa dengan abu jasadnya
Biar ia tenang di alam sana

Hempasan abu-air tanah yang mengalir
berkelok dalam riak liku ruas
semoga ia menemukan jalannya
Tenang di alam sana
Tanpa api-angin-pecahan kaca lainnya


Friday, October 16, 2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar